Advertise Box

Showing posts with label hacking. Show all posts
Showing posts with label hacking. Show all posts
[Grenadier] Had some spare wire, electrical tape, and a giant ferrite core laying about and decided to create a massive and pretty snappy looking disk shaped flyback transformer. Dubbed the Fryback, he claims that it will “revitalise your health and bring wondrous wealth and prosperity to your family”.
He chose a disk shaped transformer because they look cooler, fair enough.. (oh and they reduced inter-winding capacitance and the voltage difference between layers). The construction is fairly simple, but time consuming. Grenadier goes through the important steps on his website, but be prepared for 25 hours of winding wire if you decide to make your own.


Running at 48V the Fryback can output 8kV at a very high current, producing some nice thick 30cm long sparks. Check out the video after the break to see the Fryback in action.

Menyadap pembicaraan panggilan handphone teman didekat anda segera akan menjadi sebuah pekerjaan yang bisa dilakukan oleh siapapun. Seorang peneliti keamanan siap mendemokan cara membobol dan menyadap panggilan ponsel di dekatnya dengan sebuah software.
Kristen Nohl seorang peneliti keamanan di Security Research Labs, mengatakan bahwa GSM Hacking sudah memasuki tahap script kiddie seperti WIFI Hacking beberapa waktu lampau, dimana seseorang dengan mudah membobol Wifi tetangganya.
Software yang digunakan untuk membobol GSM ini adalah :

1. Kraken
Software ini diedarkan oleh Black Hat Security Conference di Las Vegas. Software ini berguna untuk mengambil secret key dalam enskripsi pesan SMS dan Percakapan suara kurang dari 30 detik.
2. AirProbe
Software ini mampu merekam sinyal digilat yang lewat antara BTS dan Ponsel. Digabungkan dengan GNU Radio, software ini bisa mengambil data yang ada secara real time dan menyimpan hanya paket yang dibutuhkan dalam penyadapan.

Nah, kita tunggu saja beredarnya software untuk membobol dan penyadap panggilan ponsel. Dan dapat kita bayangkan kalau software itu beredar bebas di internet maka bisa jadi sudah tidak lagi "ada rahasia di antara kita".
kali ini kita bisa mengatur lampu lalu lintas melalui Handphone,apakah teman teman ingin mengetahui nya .Saya punya pertanyaan nie, apakah kalian pernah berfikir untuk hacking lampu lalu lintas? Kalau kalian pernah membayangkannya, alat apa yang tepat untuk melakukan hal itu, hmm. Bagaimana caranya yah ?

Jawabannya adalah pakai Motorola Droid. Penasaran? Lihat videonya di bawah.


Indonesia bukan hanya terkenal sebagai negara terkorup di dunia, melainkan juga Negara dengan “carder” tertinggi di muka bumi, setelah Ukrania. “carder” adalah penjahat di internet, yang membeli barang di toko maya (online shoping) dengan memakai kartu kredit milik orang lain. Meski pengguna internet Indonesia masih sedikit dibanding negara Asia Tenggara lainnya, apalagi dibanding Asia atau negara-negara maju, nama warga Indonesia di internet sudah “ngetop” dan tercemar! Indonesia masuk “blacklist” di sejumlah online shoping 
ternama, khususnya di amazon.com dan ebay.com Kartu kredit asal Indonesia diawasi bahkan diblokir. Sesungguhnya, sebagai media komunikasi yang baru, internet memberikan sejuta manfaat dan kemudahan kepada pemakainya. Namun internet juga mengundang ekses negatif, dalam berbagai tindak kejahatan yang menggloblal. Misalnya, tindak penyebaran produk pornorgrafi, pedofilia, perjudian, sampah (spam), bermacam virus, sabotase, dan aneka penipuan, seperti carding, phising, spamming, dll. Yang gawat, nama negara terseret karenanya.

Berikut sejumlah jenis kejahatan via internet :

CARDING

Carding adalah berbelanja menggunakan nomor dan identitas kartu kredit orang lain, yang diperoleh secara ilegal, biasanya dengan mencuri data di internet. Sebutan pelakunya adalah “carder”. Sebutan lain untuk kejahatan jenis ini adalah cyberfroud alias penipuan di dunia maya. Menurut riset Clear Commerce Inc, perusahaan teknologi informasi yang berbasis di Texas – AS , Indon esia memiliki “carder” terbanyak kedua di dunia setelah Ukrania. Sebanyak 20 persen transaksi melalui intern et dari Indonesia adalah hasil carding. Akibatnya, banyak situs belanja online yang memblokir IP atau internet protocol (alamat komputer internet) asal Indonesia. Kalau kita belanja online, formulir pembelian online shop tidak mencantumkan nama negara Indonesia. Artinya konsumen Indonesia tidak diperbolehkan belanja di situs itu.

Menurut pengamatan ICT Watch, lembaga yang mengamati dunia internet di Indonesia, para carder kini beroperasi semakin jauh, dengan melakukan penipuan melalui ruang-ruang chatting di mIRC. Caranya para carder menawarkan barang-barang seolah-olah hasil carding-nya dengan harga murah di channel. Misalnya, laptop dijual seharga Rp 1.000.000. Setelah ada yang berminat, carder meminta pembeli mengirim uang ke rekeningnya. Uang didapat, tapi barang tak pernah dikirimkan.

HACKING

Hacking adalah kegiatan menerobos program komputer milik orang/pihak lain. Hacker adalah orang yang gemar ngoprek komputer, memiliki keahlian membuat dan membaca program tertentu, dan terobsesi mengamati keamanan (security)-nya. “Hacker” memiliki wajah ganda; ada yang budiman ada yang pencoleng. “Hacker” budiman memberi tahu kepada programer yang komputernya diterobos, akan adanya kelemahan-kelemahan pada program yang dibuat, sehingga bisa “bocor”, agar segera diperbaiki. Sedangkan, hacker pencoleng, menerobos program orang lain untuk merusak dan mencuri datanya.

CRACKING

Cracking adalah hacking untuk tujuan jahat. Sebutan untuk “cracker” adalah “hacker” bertopi hitam (black hat hacker). Berbeda dengan “carder” yang hanya mengintip kartu kredit, “cracker” mengintip simpanan para nasabah di berbagai bank atau pusat data sensitif lainnya untuk keuntungan diri sendiri. Meski sama-sama menerobos keamanan komputer orang lain, “hacker” lebih fokus pada prosesnya. Sedangkan “cracker” lebih fokus untuk menikmati hasilnya. Kasus kemarin, FBI bekerja sama dengan polisi Belanda dan polisi Australia menangkap seorang cracker remaja yang telah menerobos 50 ribu komputer dan mengintip 1,3 juta rekening berbagai bank di dunia. Dengan aksinya, “cracker” bernama Owen Thor Walker itu telah me raup uang sebanyak Rp1,8 triliun. “Cracker” 18 tahun yang masih duduk di bangku SMA itu tertangkap setelah aktivitas kriminalnya di dunia maya diselidiki sejak 2006.

DEFACING
Defacing adalah kegiatan mengubah halaman situs/website pihak lain, seperti yang terjadi pada situs Menkominfo dan Partai Golkar, BI baru-baru ini dan situs KPU saat pemilu 2004 lalu. Tindakan deface ada yang semata-mata iseng, unjuk kebolehan, pamer kemampuan membuat program, tapi ada juga yang jahat, untuk mencuri data dan dijual kepada pihak lain.

PHISING
Phising adalah kegiatan memancing pemakai komputer di internet (user) agar mau memberikan informasi data diri pemakai (username) dan kata sandinya (password) pada suatu website yang sudah di-deface. Phising biasanya diarahkan kepada pengguna online banking. Isian data pemakai dan password yang vital yang telah dikirim akhirnya akan menjadi milik penjahat tersebut dan digunakan untuk belanja dengan kartu kredit atau uang rekening milik korbannya.

SPAMMING
Spamming adalah pengiriman berita atau iklan lewat surat elektronik (e-mail) yang tak dikehendaki. Spam sering disebut juga sebagai bulk email atau junk e-mail alias “sampah”. Meski demikian, banyak yang terkena dan menjadi korbannya. Yang paling banyak adalah pengiriman e-mail dapat hadiah, lotere, atau orang yang mengaku punya rekening di bank di Afrika atau Timur Tengah, minta bantuan “netters” untuk mencairkan, dengan janji bagi hasil. Kemudian korban diminta nomor rekeningnya, dan mengirim uang/dana sebagai pemancing, tentunya dalam mata uang dolar AS, dan belakangan tak ada kabarnya lagi. Seorang rector universitas swasta di Indonesia pernah diberitakan tertipu hingga Rp1 miliar dalam karena spaming seperti ini.

MALWARE
Malware adalah program komputer yang mencari kelemahan dari suatu software. Umumnya malware diciptakan untuk membobol atau merusak suatu software atau operating system. Malware terdiri dari berbagai macam, yaitu: virus, worm, trojan horse, adware, browser hijacker, dll. Di pasaran alat-alat komputer dan toko perangkat lunak (software) memang telah tersedia antispam dan anti virus, dan anti malware. Meski demikian, bagi yang tak waspadai selalu ada yang kena. Karena pembuat virus dan malware umumnya terus kreatif dan produktif dalam membuat program untuk mengerjai korban-korbannya.

Hati-hati Kejahatan Internet ..!

Saat ini penanganan kejahatan di dunia maya (cyber crime) masih minim, padahal Indonesia termasuk negara dengan kasus cyber crime tertinggi di bawah Ukrania. Penanganan kasus kejahatan jenis ini memang membutuhkan kemampuan khusus dari para penegak hukum.

Dari kasus-kasus yang terungkap selama ini, pelaku diketahui memiliki tingkat kepandaian di atas rata-rata. Selain karena motif ekonomi, sebagian hacker melakukan tindakan merusak website orang lain hanya sekadar untuk pamer kemampuan. Kasus terakhir, Rizky Martin, 27, alias Steve Rass, 28, dan Texanto alias Doni Michael melakukan transaksi pembelian barang atas nama Tim Tamsin Invex Corp, perusahaan yang berlokasi di AS melalui internet. Keduanya menjebol kartu kredit melalui internet banking sebesar Rp350 juta. Dua pelaku ditangkap aparat Cyber Crime Polda Metro Jaya pada 10 Juni 2008 di sebuah warnet di kawasan Lenteng Agung, Jaksel. Awal Mei 2008 lalu, Mabes Polri menangkap “hacker” bernama Iqra Syafaat, 24, di satu warnet di Batam, Riau, setelah melacak IP addressnya dengan nick name Nogra alias Iqra. Pemuda tamatan SMA tersebut dinilai polisi berotak encer dan cukup dikenal di kalangan hacker. Dia pernah menjebol data sebuah website lalu menjualnya ke perusahaan asing senilai Rp600 ribu dolar atau sekitar Rp6 miliar. Dalam pengakuannya, hacker lokal ini sudah pernah menjebol 1.257 situs jaringan yang umumnya milik luar negeri. Bahkan situs Presiden SBY pernah akan diganggu, tapi dia mengurungkan niatnya.
Kasus lain yang pernah diungkap polisi pada tahun 2004 ialah saat situs milik KPU (Komisi Pemilihan Umum) yang juga diganggu hacker. Tampilan lambang 24 partai diganti dengan nama ‘partai jambu’, ‘partai cucak rowo’ dan lainnya. Pelakunya, diketahui kemudian, bernama Dani Firmansyah,24, mahasiswa asal Bandung yang kemudian ditangkap Polda Metro Jaya. Motivasi pelaku, konon, hanya ingin menjajal sistem pengamanan di situs milik KPU yang dibeli pemerintah seharga Rp 200 miliar itu. Dan ternyata berhasil.

BOBOL KARTU KREDIT
Data di Mabes Polri, dari sekitar 200 kasus cyber crime yang ditangani hampir 90 persen didominasi carding dengan sasaran luar negeri. Aktivitas internet memang lintas negara. Yang paling sering jadi sasaran adalah Amerika Serikat, Australia, Kanada dan lainnya. Pelakunya berasal dari kota-kota besar seperti Yogyakarta, Bandung, Jakarta, Semarang, Medan serta Riau. Motif utama adalah ekonomi. Peringkat kedua hacking dengan merusak dan menjebol website pihak lain dengan tujuan beragam, mulai dari membobol data lalu menjualnya atau iseng merusak situs tertentu.

Kejahatan internet lainnya, pornografi yakni menjadikan internet sebagai arena prostitusi. Sejumlah situs porno yang digunakan sebagai pelacuran terselubung dan penjualan aksesoris seks pernah diusut Polda Metro Jaya, dan pengelolanya ditangkap. Situs judi seperti indobetonline.com, juga pernah dibongkar Mabes Polri. Selain itu, belum lama ini, kepolisian Tangerang juga membongkar judi di situs tangkas.net yang menyediakan judi bola tangkas, Mickey Mouse dan lainnya. Kejahatan lainnya, penipuan lewat internet.

“Kejahatan internet ada dua kategori, yakni sasaran utamanya fasilitas komputer sebagai alat teknologi dan tidak hanya sebagai sarana. Kategori ke dua, menjadikan komputer sebagai sarana melakukan kejahatan.

W A S P A D A L A H
Apakah AdapterWatch ?
AdapterWatch Software mini yang berfungsi menampilkan informasi yang berguna tentang adapter jaringan Anda: alamat IP, alamat Hardware, WINS server, server DNS, nilai MTU, Jumlah byte yang diterima atau dikirim, kecepatan transfer, saat ini dan banyak lagi. Selain itu, menampilkan informasi umum TCP / IP / UDP / ICMP statistik untuk komputer Anda.

Persyaratan Sistem
Utilitas ini bekerja dengan sempurna pada Windows 2000, Windows XP, Windows Server 2003, dan Windows Vista. Anda juga dapat menggunakan utilitas pada Windows 98/ME, tetapi di bawah sistem operasi, beberapa informasi adaptor mungkin tidak ditampilkan dengan benar.

Cara Mendapatkan AdapterWatch
Anda Langsung bisa Download disini : AdapterWatch
Cara Menggunakan AdapterWatch
AdapterWatch tidak memerlukan proses instalasi atau tambahan DLL. Hanya salin dan eksekusi (awatch.exe) untuk folder yang Anda inginkan, dan menjalankannya. Jendela utama AdapterWatch menampilkan konfigurasi yang ada dan informasi tentang adapter jaringan Anda. Anda juga dapat melihat TCP / IP / UDP / ICMP umum ,statistik untuk komputer lokal Anda, dengan mengklik tab yang diinginkan.

Release / memperbarui alamat IP
Network Adapters tab 'Aktif', Anda juga dapat melepaskan dan memperbarui alamat IP yang diperoleh melalui server DHCP. Untuk melakukannya, pilih adapter jaringan yang dikehendaki dengan mengklik pada header, dan kemudian dari menu File (atau dari menu popup), pilih tindakan yang diinginkan.

Command-Line Options
Contoh:
awatch.exe / shtml "c: \ temp \ report1.html" 1
awatch.exe / shtml "c: \ temp \ report2.html" 2
awatch.exe / menusuk "c: \ temp \ tab3.txt" 3

AdapterWatch memungkinkan Anda untuk dengan mudah menerjemahkan semua menu, dialog-kotak, string lain ke bahasa lain.
Untuk melakukannya, ikuti petunjuk di bawah ini:
Jalankan AdapterWatch dengan parameter / savelangfile:
awatch.exe / savelangfile
Sebuah file bernama awatch_lng.ini akan dibuat dalam folder utilitas AdapterWatch.
Buka file lalu Copy ke Notepad atau editor teks lainnya.
Terjemahkan semua menu, dialog-kotak, dan entri string ke bahasa yang dikehendaki.
Setelah Anda menyelesaikan terjemahan, Run AdapterWatch, dan semua string diterjemahkan akan dimuat dari file bahasa.
Jika Anda ingin menjalankan AdapterWatch tanpa terjemahan, cukup mengubah nama file bahasa, atau memindahkannya ke folder lain.

Lisensi
utilitas ini dirilis sebagai freeware. Anda diperbolehkan untuk bebas mendistribusikan utilitas ini melalui floppy disk, CD-ROM, Internet, atau dengan cara lain, Anda tidak dikenakan biaya apa pun untuk ini. Jika Anda mendistribusikan utilitas ini, Anda harus menyertakan semua file dalam paket distribusi, tanpa modifikasi apapun!

Perangkat lunak ini disediakan "SEBAGAIMANA ADANYA" tanpa jaminan apapun, baik tersurat maupun tersirat, yang dapat diperjualbelikan dan kesesuaian untuk tujuan tertentu. Penulis tidak akan bertanggung jawab atas kerusakan khusus, insidental, konsekuensial atau tidak langsung kerusakan akibat hilangnya data atau alasan lain.

Jika Sobat Jeli Tool ini Bermanfaat kita gunakan untuk HacK
Hacker dengan keahliannya dapat melihat & memperbaiki kelemahan perangkat lunak di komputer; biasanya kemudian di publikasikan secara terbuka di Internet agar sistem menjadi lebih baik. Sialnya, segelintir manusia berhati jahat menggunakan informasi tersebut untuk kejahatan – mereka biasanya disebut cracker. Pada dasarnya dunia hacker & cracker tidak berbeda dengan dunia seni, disini kita berbicara seni keamanan jaringan Internet.
Saya berharap ilmu keamanan jaringan di tulisan ini digunakan untuk hal-hal yang baik – jadilah Hacker bukan Cracker. Jangan sampai anda terkena karma karena menggunakan ilmu untuk merusak milik orang lain. Apalagi, pada saat ini kebutuhan akan hacker semakin bertambah di Indonesia dengan semakin banyak dotcommers yang ingin IPO di berbagai bursa saham. Nama baik & nilai sebuah dotcom bisa jatuh bahkan menjadi tidak berharga jika dotcom di bobol. Dalam kondisi ini, para hacker di harapkan bisa menjadi konsultan keamanan bagi para dotcommers tersebut – karena SDM pihak kepolisian & aparat keamanan Indonesia amat sangat lemah & menyedihkan di bidang Teknologi Informasi & Internet. Apa boleh buat cybersquad, cyberpatrol swasta barangkali perlu di budayakan untuk survival dotcommers Indonesia di Internet.

Berbagai teknik keamanan jaringan Internet dapat di peroleh secara mudah di Internet antara lain di http://www.sans.org, http://www.rootshell.com, http://www.linuxfirewall.org/, http://www.linuxdoc.org, http://www.cerias.purdue.edu/coast/firewalls/, http://www.redhat.com/mirrors/LDP/HOWTO/. Sebagian dari teknik ini berupa buku-buku yang jumlah-nya beberapa ratus halaman yang dapat di ambil secara cuma-cuma (gratis). Beberapa Frequently Asked Questions (FAQ) tentang keamanan jaringan bisa diperoleh di http://www.iss.net/vd/mail.html, http://www.v-one.com/documents/fw-faq.htm. Dan bagi para experimenter beberapa script / program yang sudah jadi dapat diperoleh antara lain di http://bastille-linux.sourceforge.net/, http://www.redhat.com/support/docs/tips/firewall/firewallservice.html.
Bagi pembaca yang ingin memperoleh ilmu tentang jaringan dapat di download secara cuma-cuma dari http://pandu.dhs.org, http://www.bogor.net/idkf/, http://louis.idaman.com/idkf. Beberapa buku berbentuk softcopy yang dapat di ambil gratis dapat di ambil dari http://pandu.dhs.org/Buku-Online/. Kita harus berterima kasih terutama kepada team Pandu yang dimotori oleh I Made Wiryana untuk ini. Pada saat ini, saya tidak terlalu tahu adanya tempat diskusi Indonesia yang aktif membahas teknik-teknik hacking ini – tetapi mungkin bisa sebagian di diskusikan di mailing list lanjut seperti kursus-linux@yahoogroups.com & linux-admin@linux.or.id yang di operasikan oleh Kelompok Pengguna Linux Indonesia (KPLI) http://www.kpli.or.id.
Cara paling sederhana untuk melihat kelemahan sistem adalah dengan cara mencari informasi dari berbagai vendor misalnya di http://www.sans.org/newlook/publications/roadmap.htm#3b tentang kelemahan dari sistem yang mereka buat sendiri. Di samping, memonitoring berbagai mailing list di Internet yang berkaitan dengan keamanan jaringan seperti dalam daftar http://www.sans.org/newlook/publications/roadmap.htm#3e.
Dijelaskan oleh Front-line Information Security Team, “Techniques Adopted By ‘System Crackers’ When Attempting To Break Into Corporate or Sensitive Private Networks,” fist@ns2.co.uk http://www.ns2.co.uk. Seorang Cracker umumnya pria usia 16-25 tahun. Berdasarkan statistik pengguna Internet di Indonesia maka sebetulnya mayoritas pengguna Internet di Indonesia adalah anak-anak muda pada usia ini juga. Memang usia ini adalah usia yang sangat ideal dalam menimba ilmu baru termasuk ilmu Internet, sangat disayangkan jika kita tidak berhasil menginternetkan ke 25000 sekolah Indonesia s/d tahun 2002 – karena tumpuan hari depan bangsa Indonesia berada di tangan anak-anak muda kita ini.
Nah, para cracker muda ini umumnya melakukan cracking untuk meningkatkan kemampuan / menggunakan sumber daya di jaringan untuk kepentingan sendiri. Umumnya para cracker adalah opportunis. Melihat kelemahan sistem dengan mejalankan program scanner. Setelah memperoleh akses root, cracker akan menginstall pintu belakang (backdoor) dan menutup semua kelemahan umum yang ada.
Seperti kita tahu, umumnya berbagai perusahaan / dotcommers akan menggunakan Internet untuk (1) hosting web server mereka, (2) komunikasi e-mail dan (3) memberikan akses web / internet kepada karyawan-nya. Pemisahan jaringan Internet dan IntraNet umumnya dilakukan dengan menggunakan teknik / software Firewall dan Proxy server. Melihat kondisi penggunaan di atas, kelemahan sistem umumnya dapat di tembus misalnya dengan menembus mailserver external / luar yang digunakan untuk memudahkan akses ke mail keluar dari perusahaan. Selain itu, dengan menggunakan agressive-SNMP scanner & program yang memaksa SNMP community string dapat mengubah sebuah router menjadi bridge (jembatan) yang kemudian dapat digunakan untuk batu loncatan untuk masuk ke dalam jaringan internal perusahaan (IntraNet).
Agar cracker terlindungi pada saat melakukan serangan, teknik cloacking (penyamaran) dilakukan dengan cara melompat dari mesin yang sebelumnya telah di compromised (ditaklukan) melalui program telnet atau rsh. Pada mesin perantara yang menggunakan Windows serangan dapat dilakukan dengan melompat dari program Wingate. Selain itu, melompat dapat dilakukan melalui perangkat proxy yang konfigurasinya kurang baik.
Setelah berhasil melompat dan memasuki sistem lain, cracker biasanya melakukan probing terhadap jaringan dan mengumpulkan informasi yang dibutuhkan. Hal ini dilakukan dengan beberapa cara, misalnya (1) menggunakan nslookup untuk menjalankan perintah ‘ls ’ , (2) melihat file HTML di webserver anda untuk mengidentifikasi mesin lainnya, (3) melihat berbagai dokumen di FTP server, (4) menghubungkan diri ke mail server dan menggunakan perintah ‘expn ’, dan (5) mem-finger user di mesin-mesin eksternal lainnya.
Langkah selanjutnya, cracker akan mengidentifikasi komponen jaringan yang dipercaya oleh system apa saja. Komponen jaringan tersebut biasanya mesin administrator dan server yang biasanya di anggap paling aman di jaringan. Start dengan check akses & eksport NFS ke berbagai direktori yang kritis seperti /usr/bin, /etc dan /home. Eksploitasi mesin melalui kelemahan Common Gateway Interface (CGI), dengan akses ke file /etc/hosts.allow.
Selanjutnya cracker harus mengidentifikasi komponen jaringan yang lemah dan bisa di taklukan. Cracker bisa mengunakan program di Linux seperti ADMhack, mscan, nmap dan banyak scanner kecil lainnya. Program seperti ‘ps’ & ‘netstat’ di buat trojan (ingat cerita kuda troya? dalam cerita klasik yunani kuno) untuk menyembunyikan proses scanning. Bagi cracker yang cukup advanced dapat mengunakan aggressive-SNMP scanning untuk men-scan peralatan dengan SNMP.
Setelah cracker berhasil mengidentifikasi komponen jaringan yang lemah dan bisa di taklukan, maka cracker akan menjalan program untuk menaklukan program daemon yang lemah di server. Program daemon adalah program di server yang biasanya berjalan di belakang layar (sebagai daemon / setan). Keberhasilan menaklukan program daemon ini akan memungkinkan seorang Cracker untuk memperoleh akses sebagai ‘root’ (administrator tertinggi di server).
Untuk menghilangkan jejak, seorang cracker biasanya melakukan operasi pembersihan ‘clean-up’ operation dengan cara membersihkan berbagai log file. Dan menambahkan program untuk masuk dari pintu belakang ‘backdooring’. Mengganti file .rhosts di /usr/bin untuk memudahkan akses ke mesin yang di taklukan melalui rsh & csh.
Selanjutnya seorang cracker dapat menggunakan mesin yang sudah ditaklukan untuk kepentingannya sendiri, misalnya mengambil informasi sensitif yang seharusnya tidak dibacanya; mengcracking mesin lain dengan melompat dari mesin yang di taklukan; memasang sniffer untuk melihat / mencatat berbagai trafik / komunikasi yang lewat; bahkan bisa mematikan sistem / jaringan dengan cara menjalankan perintah ‘rm -rf / &’. Yang terakhir akan sangat fatal akibatnya karena sistem akan hancur sama sekali, terutama jika semua software di letakan di harddisk. Proses re-install seluruh sistem harus di lakukan, akan memusingkan jika hal ini dilakukan di mesin-mesin yang menjalankan misi kritis.
Oleh karena itu semua mesin & router yang menjalankan misi kritis sebaiknya selalu di periksa keamanannya & di patch oleh software yang lebih baru. Backup menjadi penting sekali terutama pada mesin-mesin yang menjalankan misi kritis supaya terselamatkan dari ulah cracker yang men-disable sistem dengan ‘rm -rf / &’.
Bagi kita yang sehari-hari bergelut di Internet biasanya justru akan sangat menghargai keberadaan para hacker (bukan Cracker). Karena berkat para hacker-lah Internet ada dan dapat kita nikmati seperti sekarang ini, bahkan terus di perbaiki untuk menjadi sistem yang lebih baik lagi. Berbagai kelemahan sistem di perbaiki karena kepandaian rekan-rekan hacker yang sering kali mengerjakan perbaikan tsb. secara sukarela karena hobby-nya. Apalagi seringkali hasil hacking-nya di sebarkan secara cuma-cuma di Internet untuk keperluan masyarakat Internet. Sebuah nilai & budaya gotong royong yang mulia justru tumbuh di dunia maya Internet yang biasanya terkesan futuristik dan jauh dari rasa sosial.
Pengembangan para hobbiest hacker ini menjadi penting sekali untuk keberlangsungan / survival dotcommers di wahana Internet Indonesia. Sebagai salah satu bentuk nyatanya, dalam waktu dekat Insya Allah sekitar pertengahan April 2001 akan di adakan hacking competition di Internet untuk membobol sebuah server yang telah di tentukan terlebih dahulu. Hacking competition tersebut di motori oleh anak-anak muda di Kelompok Pengguna Linux Indonesia (KPLI) Semarang yang digerakan oleh anak muda seperti Kresno Aji (masaji@telkom.net), Agus Hartanto (hartx@writeme.com) & Lekso Budi Handoko (handoko@riset.dinus.ac.id). Seperti umumnya anak-anak muda lainnya, mereka umumnya bermodal cekak – bantuan & sponsor tentunya akan sangat bermanfaat dan dinantikan oleh rekan-rekan muda ini.
Mudah-mudahan semua ini akan menambah semangat pembaca, khususnya pembaca muda, untuk bergerak di dunia hacker yang mengasyikan dan menantang. Kalau kata Captain Jean Luc Picard di Film Startrek Next Generation, “To boldly go where no one has gone before”.
Salah satu cara hacker menembus account kita adalah dengan cara menebak password. Hacker menggunakan script yang dapat memasukkan puluhan password tiap detik untuk mencoba masuk ke dalam account kita.
Cara hacker menebak password kita antara lain dengan:
  1. Brute force attack, yaitu dengan mencoba semua kombinasi, mulai dari aaaa sampai zzzz, sampai beberapa karakter.
  2. Dictionary attack, yaitu dengan menebak menggunakan kata-kata dalam kamus, dan dikombinasikan dengan angka-angka atau karakter.
  3. Personal information attack, dengan cara memasukkan data-data pribadi seperti nomor telepon, tanggal lahir, nama pacar, kode pos, dan sebagainya.
Password yang sangat lemah akan sangat mudah dibobol hacker dengan cara ini. Contoh password yang sangat lemah misalnya:
  • 123456, qwerty, asdf, ini karena mudah sekali orang mengetik kombinasi ini di keyboard.
  • password, mypassword, dan lain-lain yang menggunakan kata-kata dalam kamus (semua bahasa).
  • tanggal lahir, nama pacar, dan lainnya yang merupakan data diri orang tersebut.
Password yang lemah, bisa dibobol dalam waktu yang lebih cepat, misalnya:
  • menggunakan semua huruf kecil.
  • menggunakan kombinasi kata dan angka, misalnya buku10, teroris80.
  • mengganti huruf dengan karakter, misalnya c1nt@
Bagaimana password yang kuat dan sulit ditembus hacker?
  1. Merupakan kombinasi dari huruf besar, huruf kecil, nomor, dan karakter.
  2. Panjang lebih dari 10 karakter.
  3. Tidak menyertakan kata-kata dalam kamus.
Password yang kuat harus mudah diingat oleh pemiliknya.
Contoh password yang kuat: 1mAu$100Ribu
Cara mengingatnya:
  • 1 = kata “saya” diterjemahkan dalam bahasa Inggris (I).
  • mAu = mau
  • $ = uang
  • 100Ribu = 100 ribu
Contoh password kuat yang lain: ninG->0+1Gul
Cara mengingatnya:
  • ninG = misalnya nama orang sepesial buat Anda: Naning
  • -> = panah identik dengan adalah
  • 0+ = lambang cewek
  • 1 =berarti nomor satu atau paling
  • Gul = gula itu manis
Beberapa tips:
  1. Jangan menggunakan password yang sama untuk berbagai macam layanan, misalnya password email Anda sama dengan password friendster. Ini berarti:
    • seseorang yang dapat menjebol password friendster Anda, bisa juga menjebol password email Anda. Sementara di mata hacker menjebol password friendster lebih mudah daripada menjebol email Yahoo.
    • admin atau “orang dalam” friendster tahu password Anda, dia juga bisa memasukkan password tersebut ke email Anda.
  2. Jangan mengklik link di email yang menyatakan Anda harus memverifikasi password Anda. Email ini dikirim oleh hacker.
  3. Jangan memasukkan password disitus selain yang memberikan layanan. Misalnya jangan memasukkan password yahoo di situs friendster untuk alasan apapun (misalnya import address book).
  4. Sebelum login ke email atau yang lain, pastikan URL di browser Anda benar. Misalnya mail.yahoo.com bukan mail.yahoo-ltd.com atau yahoo-verify.com atau yang lain.
  5. Untuk rekening online seperti e-gold, klik BCA, paypal, sebaiknya Anda tidak mengetik password Anda lewat keyboard (karena hacker bisa membaca keyboard Anda dengan program keylogger). Gunakan On Screen Keyboard, Charakter Map, atau copy paste dari huruf acak.
Okey begitulah tips-tips agar password kita sulit dibobol hacker. Semoga dengan tips ini account kita aman dan terhindar dari kebobolan.
Super Bluetooth Hack 1.08 yang merupakan sebuah aplikasi java untuk mengendalikan HP orang lain melalui Bluetooth atau Inframerah.Untuk mengendalikan HP orang lain menggunakan Super Bluetooth Hack 1.08,HP yang diHack harus mengaktifkan Bluetooth-nya terlebih dahulu.
Berikut adalah fungsi yang bisa dikendalikan oleh kita melalui Super Bluetooth Hack 1.08:

- Informations: display informations about battery, network, sim card
- Ringing: playing sounds of incoming call, alarm clock...
- Calls: dialing number, ending a call..
- Language: change language in phone
- Keys, Pressed keys: pressing and watching pressed keys
- Contacts
- Reading SMS
- Silent mode: turning on or off
- Phone functionality: turning off the network / phone
- Hlasitosť zvonenia
- Alarms:
- Clock: change date and time
- Phone locks
- Clip, Clir
- Change network operator
- Java: start, delete java applications
- Media Player
- Text
- SE applications
- Calendar
- Keys sound
- Temperature:
- Paired devices:
- Volume
- Memory status:
- Radio icon
- Keylock

Berikut adalah HP yang support Super Bluetooth Hack 1.08:


Alcatel: One Touch 557, One Touch 557a, One Touch 735, One Touch 756, One Touch C550, One Touch C552, One Touch C552a, One Touch C750, One Touch S853
Amoi: 8512
Asus: P525
Audiovox: SMT 5600
BenQ: A520, C30, EF51, P50
BenQ-Siemens: CL71, E61, E71, E81, EF91, S81, S88, SL91
BlackBerry: 8110, 6220, 6230, 6280, 6720, 7100, 7100i, 7130, 7130e, 7210, 7230, 7250, 7280, 7290, 7510, 7520, 7730, 8100, 8120, 8130, 8220, 8300, 8310, 8320, 8330, 8700, 8703e, 8707, 8800, 8820, 8830, 8900, Bold 9000, Storm 9500, Storm 9530
CECT: A1000
Cingular: 2125, BlackJack
Dopod: 515, 557w, 565, 575, 585, 586w, 595, C720W
Fly: SX210
HP: iPAQ 510 Mobile Messenger
HTC: Touch Diamond, Touch, Touch Dual, Touch HD, Touch Pro, TyTN II S730, MTeoR, S310, S620, S650, S710, P3400, P3450
Huawei: U526, U626
I-mobile: 510
LG: B2000, B2050, B2070, B2100, B2150, C1100, C1150, C2000, C2500, C2600, C3100, C3300, C3400, CG225, CU320, CU400, CU500, CU720, CU915, CU920, F2400, G1600, G1610, G4015, G7100, KE770, KE800, KE820, KE970, KE990, KF750, KG110, KG195, KG200, KG220, KG225, KG240, KG245, KG290, KG300, KG320, KG800, KP500, KU580, KU800, KU830, KU970, KU990, KE500, -KE600, 550, LX550, LX570, M4410, MG100a, MG105, MG220, MX510, P7200, S5200, T5100, Trax CU575, TU500, TU515, TU575, TU915, U310, U8210, U8290, U8330, U8500, U880, V9000, VX9400, VX9900
LG Electronics: LG-B2060
Lenovo: V800
Mitac: Mio 8390, Mio 8860, Mio 8870
Motorola: A1200, A760, A768, A780, A835, C155, C168, C257, C261, C290, C350, C350M, C380, C385, C390, C450, C550, C650, C975, E1000, E1070, E365, E380, E398, E398B, E398i, E550, E680, E680i, E770, E770-Vodafone, E790, E815, i580, i830, i850, i930, IC402, IC502, IC902, K1, K3, KZRK K1, L2, L6, L6i, L7-Vodafone, L71, Motoming A1600, MOTOROKR Z6m, Q, Q Plus, Motozine ZN5, MPX220, PEBL U3, PEBL U6, Razr V3, RAZR V3a, RAZR V3m, Razr V3x, RAZR V3xx, RAZR V3xxv, RAZR V6, RAZR2 V8, RAZR2 V9, RAZR2 V9m, RIZR Z10, RIZR Z8, ROKR E1, ROKR E2, ROKR E6, ROKR Z6, SLVR L7, SLVR L7e, SLVR L7i, SLVR L9, T720, U9, V1050, V1075, V1100, V171, V177, V180, V186, V188, V190, V191, V195, V197, V220, V235, V300, V303, V360, V360-Vodafone, V365, V3c, V3i, V3m, V3r, V3t, V3v, V3x-Vodafone, V400, V500, V505, V525, V525M, V535, V545, V547, V550, V551, V555, V557, V600, V600i, V620, V635, V690, V80, V975, V980, V980M, W220, W315, W375, W490, W510, Z3
NEC: e616, N600
Nokia: N85, 6210 Navigator, 6220 Classic, 1680c, 2355, 2600 classic, 2610, 2626, 2630, 2650, 2660, 2680, 2760, 2855, 2855i, 2865, 2865i, 3100, 3105, 3109 classic, 3110c, 3120, 3120 classic, 3125, 3152, 3155, 3155i, 3200, 3220, 3230, 3250, 3300, 3410, 3500, 3510, 3510i, 3530, 3555, 3586i, 3587, 3595, 3600, 3600 slide, 3620, 3650, 3660, 5000, 5070, 5100, 5140, 5140i, 5200, 5220 XpressMusic, 5300, 5310 XpressMusic, 5320, 5500, 5610, 5700, 5800 XpressMusic, 6010, 6015, 6020, 6021, 6030, 6060, 6060v, 6061, 6070, 6080, 6085, 6086, 6100, 6101, 6102, 6102i, 6103, 6108, 6110 Navigator, 6111, 6120, 6120c, 6121 classic, 6125, 6126, 6131, 6133, 6151, 6152, 6155, 6165, 6165i, 6170, 6200, 6220, 6225, 6230, 6230i, 6233, 6234, 6235, 6235i, 6255, 6255i, 6260, 6265, 6265i, 6267, 6270, 6275i, 6280, 6288, 6290, 6300, 6301, 6310i, 6500c, 6500s, 6555, 6585, 6600, 6600 slide, 6610, 6610i, 6620, 6630, 6650, 6651, 6670, 6680, 6681, 6682, 6708, 6800, 6810, 6820, 6822, 7070, 7200, 7210, 7210 Supernova, 7250, 7250i, 7260, 7270, 7360, 7370, 7373, 7390, 7500, 7510 Supernova, 7600, 7610, 7650, 7710, 8600 Luna, 8800, 8800 Sirocco, 8910i, 9210, 9290, 9300, 9300i, 9500, E50, E51, E60, E61, E61i, E62, E65, E66, E70, E71, E90, N-Gage, N-Gage QD, N70, N70-1, N71, N72, N73, N75, N76, N77, N78, N79, N80, N81, N81 8GB, N82, N90, N91, N92, N93, N93i, N95, N95 8GB, N96
O2: Ice
Orange: SPV, SPV C100, SPV C500, SPV C550, SPV C600, SPV C700, SPV e100, SPV E200
PalmOne: Treo 755p
Panasonic: A210, SC3, VS2, VS3, VS6, X200P, X400, X400P, X500, X70
Pantech: PG-1400, PG-1410, PG-C300
Philips: 568, 588, 755, 756, 766, 768, 960, S890, S900
QTEK: 7070, 8010, 8020, 8080, 8100, 8300, 8310, 8600
Qtek: 8100, 8500
RoverPC: M1
Sagem: MY 302X, MY 301X, MY 400V, MY 400X, MY 401C, MY 401X, MY 401Z, MY 405X, MY 419X, MY 501C, MY 501X, MY 600v, MY 600x, MY 700X, MY C4-2, MY C5-2, MY C5-2 Vodafone, MY C5-3, MY V-55, MY V-56, MY V-65, MY V-75, MY W-7, MY X-4, MY X-5-2T, MY X-6, MY X-7, MY X-8, MY X5-2, MY X5-2M, MY X6-2, MY Z-5, my411X, myX5-2v, myS-7
Samsung: i8510, SGH i560, SGH i780, SGH i900, SGH i710, A717, i300, i320, i320N, Instinct M800, SCH A870, SGH A701, SGH A707, SGH A827, SGH C100, SGH C100G, SGH C130, SGH C140, SGH C160, SGH C170, SGH C200, SGH C207, SGH C207L, SGH C210, SGH C230, SGH C260, SGH C300, SGH C400, SGH C406, SGH C417, SGH D407, SGH D410, SGH D500, SGH D500C, SGH D500E, SGH D510, SGH D520, SGH D600, SGH D600E, SGH D720, SGH D800, SGH D807, SGH D820, SGH D830, SGH D836, SGH D840, SGH D880, SGH D900, SGH D900i, SGH D908, SGH E200, SGH E210, SGH E250, SGH E300, SGH E310, SGH E310C, SGH E315, SGH E316, SGH E330, SGH E330N, SGH E340, SGH E340E, SGH E350, SGH E350E, SGH E360, SGH E370, SGH E376, SGH E380, SGH E388, SGH E390, SGH E420, SGH E490, SGH E500, SGH E530, SGH E568, SGH E570, SGH E600, SGH E620, SGH E630, SGH E630C, SGH E690, SGH E700, SGH E710, SGH E715, SGH E720, SGH E728, SGH E730, SGH E736, SGH E740, SGH E760, SGH E780, SGH E788, SGH E800, SGH E808, SGH E810, SGH E820, SGH E830, SGH E840, SGH E870, SGH E878, SGH E890, SGH E898, SGH E900, SGH E950, SGH F490, SGH F500, SGH G600, SGH G810, SGH i300, SGH I320, SGH i450, SGH i550, SGH i600, SGH I607, SGH i617, SGH J600, SGH J700, SGH J750, SGH L760, SGH M600, SGH P200, SGH P300, SGH P310, SGH P400, SGH P510, SGH P777, SGH P850, SGH P900, SGH P906, SGH P910, SGH P920, SGH S300, SGH S300M, SGH S500, SGH T209, SGH T219, SGH T309, SGH T319, SGH T329, SGH T509, SGH T509S, SGH T519, SGH T609, SGH T619, SGH T629, SGH T729, SGH T809, SGH U600, SGH U700, SGH U900, SGH V200, SGH X100, SGH X100A, SGH X105, SGH X120, SGH X140, SGH X160, SGH X200, SGH X210, SGH X300, SGH X430, SGH X450, SGH X460, SGH X480, SGH X486, SGH X490, SGH X495, SGH X500, SGH X506, SGH X507, SGH X510, SGH X520, SGH X530, SGH X540, SGH X600, SGH X608, SGH X610, SGH X620, SGH X620C, SGH X630, SGH X636, SGH X640, SGH X640C, SGH X648, SGH X650, SGH X660, SGH X670, SGH X680, SGH X686, SGH X700, SGH X820, SGH X830, SGH Z107, SGH Z140, SGH Z170, SGH Z230, SGH Z240, SGH Z300, SGH Z370, SGH Z400, SGH Z400V, SGH Z500, SGH Z510, SGH Z530, SGH Z540, SGH Z560, SGH Z630, SGH Z720, SGH ZV10, SGH ZV40, SGH ZV50, SGH-i607, SGH-L700, SGH-P520, SGH-V820L, SPH A580, SPH A640, SPH A660, SPH A680, SPH A740, SPH A900, SPH A900P, SPH A920, SPH A940, SPH A960, SPH M500, SPH M510, SPH M610, SPH M620, Z130, Z150
Sanyo: S750, SCP-6600
Sendo: X
Sharp: 770SH, GX-L15, GX10, GX10i, GX15, GX17, GX20, GX22, GX25, GX29, GX30, GX30i, GXT15, TM100, TM150
Siemens: A31, A60, A65, A75, AL21, AP75, AX72, AX75, AX76, C55, C60, C62, C65, C65-Vodafone, C66, C72, C75, CF62, CF75, CF76, CX65, CX70, CX75, EF81, M50, M55, M56, M65, M75, MC60, ME75, MT50, S55, S57, S65, S75, SK65, SL42, SL45, SL55, SL65, SL75, ST60, SX1
Sony-Ericsson: X1, C702, C902, C905, D750, D750i, F305, F500i, G502, G700, G900, J200i, J210i, J220i, J230i, J300a, J300i, K200i, K300, K300a, K300i, K310, K310a, K310i, K320i, K500i, K508, K508c, K508i, K510a, K510i, K530i, K550i, K600, K600i, K608i, K610, K610i, K618i, K630, K660i, K700, K700c, K700i, K750, K750i, K770, K790a, K790i, K800i, K800iv, K810i, K850i, M600i, P1i, P800, P900, P910, P910a, P910i, P990i, S302, S500i, S700, S700i, S710a, T226, T230, T250i, T290a, T290i, T610, T616, T630, T637, T650i, T68, V600, V600i, V630i, W200a, W200i, W300, W300i, W350, W380, W550c, W550i, W580i, W600c, W600i, W610i, W660i, W700i, W710i, W760, W800c, W800i, W810i, W810iv, W830i, W850i, W850iv, W880i, W890i, W900i, W910i, W950i, W960, Z1010, Z200, Z300i, Z310i, Z310iv, Z500, Z500a, Z520a, Z520i, Z530i, Z550a, Z550i, Z555, Z558i, Z600, Z610i, Z710i, Z750, Z800
Spice: D-90
T-Mobile: MDA Dash, MDA Mail, SDA, SDA (US name), SDA II, SDA Music
Tatung: M1
Toshiba: G500
VK Mobile: VK4000
Vodafone: v1210, v1240, VDA II, VDA IV
ZTE: F866
i-mate: Smartphone2, SP Jas, SP3, SP3i, SP5, SP5m, SPL
Palm: Treo 500v

Untuk Mendownload dari PC,Klik Sini
SMS Forwarder Pro : Aplikasi Penyadap SMS adalah sebuah aplikasi unik yang bisa menyadap sms yang dipasangi aplikasi ini.Dengan dipasangi aplikasi ini,maka hp symbian s60v3 / s60v2 akan mengirimkan sms secara diam2 ke hp sang penyadap.Luar biasa kan?!


Cara penggunaanya juga gampang koq,nih gw share sekalian:
1.Jalankan aplikasi SMS Forwarder Pro;
2.Pilih Activate;
3.Pilih nomor sang penyadap dan pilih save;
4.Keluar..

Agar sang korban tidak mengetahui hpnya sedang disadap dengan aplikasi ini,sebaiknya sobat mengatur password login untuk menggunakan aplikasi ini..

Untuk mendownload,silahkan klik [Download utk S60v2] | [Download utk S60v3]
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers