Advertise Box

Mad Money

Kali ini saya mau pakai bahasa Indonesia. Maaf beribu maaf jika bahasa saya terlalu baku, saya belum diterima PTN manapun jadi harus tetap mengamalkan kaidah-kaidah bahasa yang benar untuk mencegah ilmu ini menguap begitu saja sebelum saja jadi mahasiswi FEUI Akuntansi 2010 (amiiin).
Okee, saya ingin curcol (curhat colongan kepanjangannya) tentang uang. Saya pelajar dengan uang bulanan yang bisa dibilang lumayan (sebenarnya sedikit, sih, kalau mengikuti hawa nafsu yang kadang tak terkendali, nafsu belanja maksudnya). Dengan uang tersebut saya seharusnya bisa membeli sepatu dan/atau baju baru tiap bulan. Tapi, itu jarang terjadi, saudara-saudara. Saya terlalu sering kecolongan. Tiap akhir bulan saya selalu merana meminta belas kasihan orang-orang rumah untuk bisa tetap bertahan di rimba Jakarta. Saya bangkrut, hampir tiap bulan.
Saya sedih sekali menghadapi fenomena ini. Saya bercita-cita jadi akuntan, syukur-syukur merambah dunia wealth management. Tapi, bagaimana ini? Saya susah mengatur keuangan saya sendiri atau paling tidak melakukan pembukuan. Padahal, uang yang berputar tidak mencapai angka satu juta rupiah tiap bulan. Saya jadi kelimpungan. Mudah-mudahan, Tuhan tetap memberkati jalan saya menuju Akuntansi UI 2010 lewat SIMAK. Mungkin dari sana saya bisa belajar mengatur keuangan pribadi dan rumah tangga (suatu hari hehe).
Maaf ya , saya kali ini meaningless. Good night , fellas. Mema bye (Swahili)!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers